Hubungan Paritas Dan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Berbah
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1347Keywords:
Anemia, Status Gizi, Paritas, Ibu Hamil, KehamilanAbstract
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Status gizi dan paritas merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan beberapa perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Berbah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 850 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) di Puskesmas Berbah periode Januari–Desember 2025, dengan sampel sebanyak 272 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan register ibu hamil, instrumen penelitian menggunakan master tabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Etika penelitian meliputi meminta persetujuan rekam medis serta telah mendapatkan ijin penelitian dari Komite Etik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan No.2242/KEP-UNISA/I/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan nulipara (54,8%), memiliki status gizi tidak mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) (83,5%), dan tidak mengalami anemia (77,9%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia (p=0,992), sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia (p=0,017). Ibu hamil dengan status gizi KEK memiliki prevalensi anemia 1,83 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil dengan status gizi tidak KEK. Disimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan paritas tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan status gizi melalui edukasi gizi, pemantauan LILA, serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah perlu diprioritaskan sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.




