Stres Kerja Guru Dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SLB X (Studi Fenomenologi)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1349Keywords:
Stres Kerja, Guru SLB, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Primary Apparaisal, Secondary ApparaisalAbstract
Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingi
peserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada
kesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajar
peserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primary
appraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desain
fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1
informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik
berdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal
(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilan
hati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondary
appraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yang
membantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapan
latar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melalui
penilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.




