Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Management Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1356Keywords:
Dukungan Keluarga, Hipertensi, Lansia, Self-Care ManagementAbstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yang
membutuhkan self-care management jangka panjang, di mana keterbatasan fisik dan kognitif
lansia menjadikan dukungan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Survei pendahuluan
terhadap 17 lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung menunjukkan 58,8%
memiliki dukungan keluarga kurang dan 58,8% memiliki self-care management kurang.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self-care management lansia
penderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Panarung.
Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-
sectional pada 61 responden yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis dengan uji
Spearman Rank.
Hasil: Sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga kategori cukup (35 responden,
57,4%), dengan dimensi informasi menjadi paling lemah, terbukti 21 responden (34,4%)
tidak rutin minum obat, di antaranya 4 responden (19,0%) lupa karena tidak diingatkan
keluarga. Self-care management juga mayoritas kategori cukup (35 responden, 57,4%),
dengan komponen kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan paling belum optimal, terbukti
hanya 7 responden (11,5%) yang selalu mengikuti saran dokter atau perawat dalam
mengontrol tekanan darah. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 (p<0,05) dan r =
0,537.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan self-care
management lansia penderita hipertensi dengan kekuatan sedang dan arah positif, artinya
semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula self-care management lansia.




