Perubahan Tekanan Darah Intraoperatif Pada Lansia Hipertensi Yang Menjalani General Anestesi Intubasi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1362Keywords:
Tekanan Darah, Lansia, AnestesiAbstract
Perubahan fisiologis akibat proses penuaan, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan sensitivitas baroreseptor, menyebabkan lansia lebih rentan mengalami fluktuasi tekanan darah intraoperatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan stabilitas hemodinamik tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani operasi elektif dengan general anestesi. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi meliputi pasien berusia ≥ 60 tahun, menjalani operasi elektif, dan mendapatkan induksi anestesi propofol. Adapun kriteria eksklusi meliputi pasien dengan data rekam medis yang tidak, serta pasien yang memiliki riwayat penyakit selain hipertensi. Data tekanan darah sistol dan diastol diukur pada fase pra anestesi dan intra anestesi. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05), sehingga dilakukan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistol menurun dari 164,10 ± 5,21 mmHg menjadi 145,10 ± 4,35 mmHg (p = 0,000), sedangkan tekanan darah diastol menurun dari 96,15 ± 4,18 mmHg menjadi 84,30 ± 2,90 mmHg (p = 0,000). Disimpulkan bahwa terdapat perubahan signifikan tekanan darah sistol dan diastol selama intra anestesi pada pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani operasi elektif dengan general anestesi.




