Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Saat Menghadapi Uji Skill pada Mahasiswa Semester VI di STIKES Maharani Malang.
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1370Keywords:
Kecemasan, Kualitas Tidur , Mahasiswa, Uji SkillAbstract
Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami mahasiswa, terutama ketika menghadapi ujian praktik atau uji skill. Kondisi kecemasan yang meningkat dapat memengaruhi kondisi psikologis dan berpotensi menyebabkan gangguan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur saat menghadapi uji skill pada mahasiswa semester VI di STIKES Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self Rating Anxiety Scale (ZARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 27 responden (30,3%), kecemasan berat 24 responden (27,0%), kecemasan ringan 20 responden (22,5%), dan panik 18 responden (20,2%). Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 76 responden (85,4%), sedangkan 13 responden (14,6%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,545, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah negatif. Semakin tinggi tingkat kecemasan mahasiswa, semakin buruk kualitas tidurnya. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan strategi pengelolaan kecemasan dan menjaga pola tidur untuk mendukung kesiapan menghadapi uji skill.
Kata kunci: kecemasan, kualitas tidur, mahasiswa keperawatan, uji skill




