Analisis Faktor Risiko Stroke Infark Berulang: Studi Kasus
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1373Keywords:
Faktor Risiko, Gaya Hidup, Hipertensi, stroke berulangAbstract
Latar Belakang: Stroke berulang merupakan kejadian serius pascastroke pertama yang dapat meningkatkan risiko kecacatan, ketergantungan, dan risiko kematian. Salah satu penyebab utama stroke berulang adalah faktor risiko yang belum termodifikasi secara optimal akibat manajemen kesehatan yang kurang adekuat. Tujuan: Menganalisis faktor risiko stroke berulang pada pasien stroke infark. Metode: Desain studi yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan case review pada Ny. E (45 tahun), dengan diagnosa medis stroke infark. Data diperoleh berbasis dari pengkajian asuhan keperawatan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Analisis faktor risiko menggunakan Essen Stroke Risk Score (ESRS) dan guideline pencegahan sekunder stroke American Stroke Association (ASA) 2021. Hasil: Penilaian ESRS menunjukkan skor 3 (risiko tinggi), dengan hipertensi sebagai satu-satunya komponen yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko medis yang teridentifikasi melalui ASA 2021 meliputi hipertensi kronis tidak terkontrol (167/119 mmHg), LDL tinggi (137 mg/dL), obesitas (IMT 28,7 kg/m²), dan riwayat keluarga, riwayat penyakit jantung dengan kardiomegali. Seluruh faktor medis tersebut berakar dari pola gaya hidup pasien yang kurang optimal, yaitu diet tinggi garam dan lemak (gorengan), tidak pernah olahraga, pola tidur buruk (2–3 jam/malam) akibat stres berduka, serta ketidakpatuhan obat dan kontrol rutin. Kesimpulan: Faktor gaya hidup merupakan prioritas utama yang berkontribusi terhadap kejadian stroke infark berulang. Peran perawat melalui pemberian edukasi pencegahan sekunder berbasis faktor risiko individual sangat penting sebagai saran intervensi secara berkelanjutan.




