Hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) Dengan Kejadian Preeklamsia Di Rumah Sakit Umum H. Abdul Aziz Marabahan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1384Keywords:
Ibu Hamil, Mean Arterial Pressure (MAP), Preeklamsia, SkrinningAbstract
Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia, yaitu gangguan hipertensi yang timbul pasca usia gestasi memasuki 20 minggu. Sebuah skrining yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya preeklamisia adalah mean arterial pressure (MAP). Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih tinggi, dengan eklampsia sebagai salah satu penyebab langsung sebesar 23%. Di sisi lain, hipertensi dalam kehamilan adalah penyebab utama kematian ibu sebesar 31,37% di Provinsi Kalimantan Selatan. Di RSU H. Abdul Aziz Marabahan, tercatat 23 kasus preeklamsia dari 506 ibu hamil pada tahun 2025, namun pemanfaatan skrining MAP sebagai deteksi dini belum diketahui hubungannya dengan kejadian preeklamsia di rumah sakit tersebut. Penelitian ini didesain untuk menganalisis hubungan antara MAP dengan kejadian preeklamsia pada rentang usia gestasi 20 hingga 40 minggu di RSU H. Abdul Aziz Marabahan. Metodologi observasional analitik berdesain potong lintang (cross sectional) dioperasionalkan dalam studi ini. Populasi berjumlah 506 subjek, proses seleksi sampel melalui mekanisme purposive sampling berbasis kalkulasi formula Slovin didapatkan 224 subjek terpilih. Data sekunder menjadi tumpuan instrumen riset, meliputi spektrum variabel: usia maternal, paritas, usia gestasi, tekanan darah, nilai kalkulasi MAP, serta status diagnosis preeklamsia. Uji hipotesis menggunakan analisis Chi-Square pada batas signifikansi p<0,05. Temuan studi mengindikasikan bahwa sebagian besar ibu hamil, yakni 142 orang (63,4%) terkategori MAP positif, sementara preeklamsia tercatat pada 32 subjek (14,3%). Secara spesifik, seluruh kejadian preeklamsia (32 kasus; 22,5%) adalah ibu hamil dalam kelompok MAP positif. Sebaliknya, pada kelompok dengan MAP negatif, tidak teridentifikasi satu pun kasus preeklamsia (0%). Hasil pengujian statistik Chi-Square mengonfirmasi hubungan signifikan antara MAP dan kemunculan preeklamsia (p<0,001). Berdasarkan temuan ini, disarankan optimalisasi pemeriksaan MAP dalam setiap kunjungan antenatal care untuk memperkuat deteksi dini risiko kejadian preeklamsia.




