Hubungan Klasifikasi Status Fisik (ASA) dengan Waktu Pulih Sadar pada Pasien Bedah Saraf Pralansia Pasca General Anestesi di RS Kota Batu

Authors

  • Evi Nuriffah Putri Poltekkes Kemenkes Malang
  • Arief Bachtiar Poltekkes Kemenkes Malang
  • Rudi Hamarno Poltekkes Kemenkes Malang
  • Imam Subekti Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1393

Keywords:

Status Fisik (ASA), Waktu Pulih Sadar, Bedah Saraf, Pra-Lansia

Abstract

Tahap pemulihan setelah anestesi merupakan bagian krusial dalam penatalaksanaan pasien yang menjalani tindakan pembedahan. Waktu pulih sadar, yaitu durasi yang diperlukan pasien untuk kembali sepenuhnya sadar setelah diberikan anestesi umum, menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dan keamanan prosedur bedah. Pada kelompok usia pra-lansia, proses ini cenderung memakan waktu lebih panjang daripada individu yang lebih muda, dan keterlambatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius. Tujuan: Menjelaskan hubungan antara klasifikasi status fisik (ASA) dengan waktu pulih sadar pada pasien bedah saraf pralansia pasca general anestesi. Metode Penelitian: Menggunakan metode kuantitatif cross sectional dengan pendekatan deskriptif korelatif. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 41 responden. Penelitian ini melakukan observasi waktu pulih sadar pasien bedah saraf pralansia pasca general anestesi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi Aldrete Score. Kesimpulan: Terdapat hubungan klasifikasi status fisik (ASA) dengan waktu pulih sadar pada pasien bedah saraf pra-lansia pasca general anestesi.

Published

2026-09-13

How to Cite

Putri, E. N., Bachtiar, A., Hamarno, R., & Subekti, I. (2026). Hubungan Klasifikasi Status Fisik (ASA) dengan Waktu Pulih Sadar pada Pasien Bedah Saraf Pralansia Pasca General Anestesi di RS Kota Batu. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 5980–5987. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1393

Issue

Section

Articles