Gambaran Hasil Pemeriksaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bantul II Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1396Keywords:
Hepatitis B, HIV, Ibu Hamil, SifilisAbstract
Latar belakang : Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang menyebabkan perubahan pada sistem tubuh ibu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi, termasuk Human Immunodeficiency Virus (HIV), sifilis, dan hepatitis B. Ketiga penyakit tersebut dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun setelah kelahiran sehingga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi pada ibu dan bayi. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Triple Eliminasi yang mengintegrasikan pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B pada pelayanan antenatal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil di Puskesmas Bantul II Tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dan register pemeriksaan Triple Eliminasi. Sampel penelitian sebanyak 229 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berusia 20–35 tahun sebanyak 187 orang (81,7%) dan berada pada trimester I sebanyak 161 orang (70,3%). Hasil pemeriksaan HIV menunjukkan seluruh responden non-reaktif (100,0%). Pada pemeriksaan sifilis, 228 ibu hamil (99,6%) menunjukkan hasil non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Hasil yang sama ditemukan pada pemeriksaan hepatitis B (HBsAg), yaitu 228 ibu hamil (99,6%) non-reaktif dan 1 ibu hamil (0,4%) reaktif. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu hamil yang menjalani pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Bantul II Tahun 2025 memiliki hasil non-reaktif terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B.




