Eksplorasi Kecemasan Keluarga Penunggu Pasien Kondisi Kritis di unit Perawatan Intensif Rumah Sakit
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1409Keywords:
Hospitalisasi, Kecemasan Keluarga, Pasien Kritis, Unit Keperawatan IntensifAbstract
Pendahuluan: Kondisi kritis pasien yang dirawat di unit perawatan intensif memicu ketidakstabilan fisiologis dan risiko kematian, sehingga memberikan beban psikologis nyata bagi keluarga penunggu berupa kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pengalaman kecemasan keluarga penunggu pasien kritis di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomonologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam anggota keluarga penunggu pasien kritis yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi sistematis, lalu dianalisis menggunakan metode analisis data model Coalaizzi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama: manifestasi respon fisik dan fisiologis (kualitas tidur yang buruk, kelelahan fisik ekstrem, dan reaksi otonom akut seperti jantung berdebar dan lemas); manifestasi hambatan kognitif (penurunan konsentrasi mental, pikiran kosong, dan kebingungan dalam pengambilan keputusan medis); serta manifestasi dinamika emosional (ketakutan ekstrem terhadap kehilangan pasien, ketegangan akibat keterbatasan fasilitas ruang tunggu, dan transisi koping spiritual menuju kepasrahan). Kesimpulan: Kecemasan keluarga bermanifestasi secara holistik pada ranah fisik, kognitif, dan emosional akibat stresor lingkungan serta ancaman kematian pasien, namun keluarga berhasil membangun resiliensi mental melalui koping spiritual. Rekomendasi: Rumah Sakit direkomendasikan mengoptimalkan fasilitas ruang tunggu, menerapkan teknik komunikasi terapeutik berkala sebelum meminta persetujuan tindakan medis, serta menyediakan layanan pendampingan spiritual bagi keluarga penunggu.




