Analisis Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1416Keywords:
Program Pengelolaan Penyakit Kronis, Pelaksanaan Program, input-proses-output, PuskesmasAbstract
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program pelayanan kesehatan yang
bertujuan membantu peserta dengan penyakit kronis mencapai kondisi kesehatan yang terkontrol dan
kualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas telah berjalan, namun masih
ditemukan keterbatasan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan
Langowan Barat berdasarkan komponen input, proses, dan output yang mengacu pada teori Azwar
(2010). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus evaluasi
program. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan pelaksana dan peserta Prolanis.
Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa
omponen input telah didukung oleh tenaga pelaksana, pendanaan, serta sarana dan prasarana yang cukup
memadai, tetapi belum optimal karena belum tersedianya SOP khusus Prolanis, pelatihan khusus tenaga
pelaksana masih terbatas, dan terdapat keterbatasan sarana pendukung. Komponen proses meliputi
konsultasi medis, edukasi klub, pemantauan status kesehatan, aktivitas klub, home visit, dan reminder.
Seluruh aktivitas telah dilaksanakan, namun home visit belum menjangkau seluruh peserta yang
membutuhkan, partisipasi peserta dalam kegiatan senam masih rendah, dan reminder masih dilakukan
secara manual dan belum menggunakan reminder digital seperti SMS/WhatsApp. Komponen output
menunjukkan bahwa tujuan Prolanis telah mulai tercapai, ditandai dengan meningkatnya keteraturan
peserta dalam melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat serta kondisi kesehatan yang lebih
terpantau dan terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas
telah memberikan manfaat positif dalam pengelolaan kondisi kesehatan peserta, tetapi belum optimal.
Penguatan SOP, sistem reminder, cakupan home visit, dan partisipasi peserta diperlukan untuk
meningkatkan pencapaian tujuan Prolanis secara optimal dan berkelanjutan.




