Gambaran Hasil Pemeriksaan Jumlah Trombosit dan Hematokrit Pada Pasien Dengue Di Puskesmas Ngaglik 1
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1422Keywords:
Demam Berdarah Dengue, jumlah trombosit, penelitian deskriptifAbstract
Demam berdarah dengue, yang disebabkan oleh virus dengue, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Tes laboratorium, seperti penghitungan trombosit dan pengukuran hematokrit, sangat penting untuk mendiagnosis dan memantau pasien demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hasil pengujian penghitungan trombosit dan hematokrit pada pasien demam berdarah di Puskesmas Ngaglik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan 135 catatan pasien demam berdarah yang diperoleh dari data laboratorium sekunder pada tahun 2025. Analisis data dilakukan menggunakan metode univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas pasien demam berdarah adalah dewasa, dengan 91 responden (67,4%), dan 77 responden (57,0%) adalah laki-laki. Analisis penghitungan trombosit mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien mengalami trombositopenia, yaitu 110 peserta (81,5%), sedangkan 25 peserta (18,5%) memiliki nilai normal. Selanjutnya, analisis kadar hematokrit menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki hematokrit dalam kisaran normal, yaitu 68 peserta (50,4%), diikuti oleh 37 peserta (27,4%) dengan hematokrit rendah dan 30 peserta (22,2%) dengan hematokrit tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa trombositopenia merupakan gangguan hematologis yang paling umum terjadi pada pasien demam berdarah, sementara fluktuasi kadar hematokrit mencerminkan kondisi klinis dan tahap penyakit.




