Perbedaan Pengaruh Pemberian Square Stepping Exercise Dan Gaze Stability Exercise Terhadap Kualitas Hidup Lansia
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1423Keywords:
Square Stepping Exercise, Gaze Stability Exercise, Kualitas Hidup, Lansia, WHOQOL- BREF.Abstract
Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik, keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian yang dapat berdampak pada kualitas hidup lansia. Square Stepping Exercise dan Gaze Stability Exercise berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional melalui latihan keseimbangan, koordinasi, kontrol visual, dan stabilitas postural. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Square
Stepping Exercise dan Gaze Stability Exercise terhadap kualitas hidup lansia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post test two group design. Sampel terdiri dari 36 lansia usia 60–75 tahun di Posyandu ELOK EDY yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 18 responden. Intervensi diberikan selama empat minggu. Kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan Square Stepping Exercise berpengaruh terhadap domain fisik (p=0,001), psikologis (p=0,004), hubungan sosial (p=0,025), lingkungan (p=0,002), dan total skor (p=0,000). Gaze Stability Exercise juga berpengaruh terhadap domain fisik (p=0,017), psikologis (p=0,027), hubungan sosial (p=0,003), lingkungan (p=0,034), dan total skor (p=0,002). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,120). Kesimpulan: Square Stepping Exercise dan Gaze Stability Exercise sama-sama berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup lansia, tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan. Kedua latihan dapat menjadi alternatif intervensi fisioterapi geriatri di posyandu karena sederhana, terstruktur, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan lansia.




