Hubungan Edukasi Terhadap Kejadian Diare Berulang Pada Balita Tahun 2026 Di RSIA Bunda Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1424Keywords:
Edukasi, Diare Berulang, BalitaAbstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menyebabkan
tingginya angka kesakitan dan kematian di negara berkembang. Kejadian diare berulang dapat
dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan penanganan diare.
Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku hidup
bersih dan sehat sehingga diharapkan dapat menurunkan kejadian diare berulang pada balita.
Berdasarkan data RSIA Bunda Palangka Raya tahun 2025, terdapat 205 kasus diare pada balita dan
98 kasus di antaranya merupakan diare berulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan
edukasi dengan kejadian diare berulang pada balita tahun 2026 di RSIA Bunda Palangka Raya.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan desain kohort
retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total
sampling dan dibagi menjadi kelompok terpapar edukasi dan tidak terpapar edukasi. Data diperoleh
dari rekam medis menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Relative Risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
30 responden pernah mendapatkan edukasi dan 30 responden tidak mendapatkan edukasi.
Sebanyak 24 balita mengalami diare berulang dan 36 balita tidak mengalami diare berulang. Hasil
uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,002 dengan RR 3,000 (95% CI: 1,385–6,499).
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara edukasi dan kejadian diare berulang. Balita yang
orang tuanya tidak mendapatkan edukasi berisiko tiga kali lebih besar mengalami diare berulang.




