Analisis Komparatif Kontribusi Aktivitas Fisik Dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kualitas Hidup Perempuan Dengan Sindrom Psikosomatik Perimenopause
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1429Keywords:
Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, Kualitas Hidup, Perimenopause, Sindrom PsikosomatikAbstract
Perimenopause merupakan masa transisi sebelum menopause yang dapat menurunkan kualitas hidup perempuan akibat perubahan hormonal yang berkaitan dengan sindrom psikosomatik, yang mana pada perempuan perimenopause sering di jumpai jarang melakukan aktivitas fisik dan mengalami overweight. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap kualitas hidup perempuan yang mengalami sindrom psikosomatik perimenopause di Kampung Rawasentul Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan case-control yang melibatkan 66 responden, terdiri atas 33 kelompok kasus dan 33 kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form, World Health Organization Quality of Life–BREF, Menopause Rating Scale, serta pengukuran IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji One-Way Anova, Kruskal–Wallis, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan kualitas hidup berdasarkan kategori aktivitas fisik maupun IMT pada seluruh domain (p > 0,05). Namun, pada kelompok kasus, aktivitas fisik dan IMT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap domain fisik dan psikologis kualitas hidup, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan pengaruh yang signifikan pada seluruh domain. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan IMT tidak membedakan kualitas hidup berdasarkan kategorinya, tetapi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas hidup domain fisik dan psikologis pada perempuan yang mengalami psikosomatik sindrom perimenopause. Oleh karena itu, perempuan disarankan melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mempertahankan Indeks massa tubuh dalam kategori normal untuk membantu menjaga kualitas hidup.




