Studi Potensi Interaksi Obat Diabetes Mellitus Dengan Anti-Hipertensi Di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1432Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi, Interaksi Obat, Antidiabetes, Anthipertensi, PolifarmasiAbstract
Interaksi obat merupakan salah satu permasalahan dalam pengobatan pasien Diabetes Mellitus
(DM) tipe 2 dengan hipertensi karena penggunaan terapi kombinasi dan polifarmasi dapat
meningkatkan risiko perubahan efek farmakologis antarobat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pola penggunaan obat serta menganalisis potensi interaksi antara obat
antidiabetes dan antihipertensi pada pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit Yarsi
Cempaka Putih Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan desain observasional retrospektif dengan
data sekunder berupa resep pasien periode Juli–November 2025. Sampel diperoleh menggunakan
teknik total sampling dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 198 dari 200 pasien (99%) memiliki potensi interaksi obat.
Interaksi didominasi oleh mekanisme farmakodinamik dan tingkat keparahan moderate. Sebanyak
80,8% pasien menggunakan lima atau lebih obat sehingga termasuk dalam kategori polifarmasi.
Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat dengan potensi interaksi
(p<0,05) serta antara diagnosis penyerta dengan potensi interaksi obat (p<0,05). Temuan ini
menunjukkan bahwa kompleksitas terapi dan keberadaan diagnosis penyerta merupakan aspek
penting dalam peningkatan risiko interaksi obat. Skrining interaksi, evaluasi resep, dan
pemantauan terapi secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas
pengobatan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi.




