Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Brimob
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1437Keywords:
Asuhan Keperawatan, Beban Kerja, Kinerja Perawat, Manajemen Keperawatan, Perawat PelaksanaAbstract
Beban kerja merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan. Tingginya tuntutan pekerjaan yang tidak seimbang dengan
kapasitas tenaga keperawatan berpotensi menyebabkan kelelahan fisik maupun mental sehingga
berdampak terhadap kualitas pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
beban kerja dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Wilayah Kota Depok. Metode:
Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian
berjumlah 64 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan kuesioner beban kerja dan kinerja perawat yang telah digunakan pada
penelitian sebelumnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat
kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
mengalami beban kerja berat (98,4%), sedangkan kinerja perawat sebagian besar berada pada kategori
kurang (59,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara beban
kerja dengan kinerja perawat pelaksana (p=0,043) dengan koefisien korelasi sebesar r=-0,217 yang
menunjukkan arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan lemah. Kesimpulan: Semakin tinggi
beban kerja yang dialami perawat maka kecenderungan kinerja perawat semakin menurun. Penelitian
ini menunjukkan pentingnya pengelolaan beban kerja melalui pengaturan jumlah tenaga keperawatan,
pembagian tugas yang proporsional, serta optimalisasi manajemen keperawatan untuk
mempertahankan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.




