Analisis Perbedaan Pengkajian Greek Stroke Score Dan System Stroke Score Dave Dan Djoenaidi Dalam Penentuan Diagnosa Keperawatan Pada Pasien Stroke Di IGD
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1439Keywords:
Diagnosis Keperawatan, Greek Stroke Score, IGD, Stroke, System Stroke Score Dave dan DjoenaidiAbstract
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian yang
membutuhkan penanganan segera di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kecepatan proses
pengkajian berperan penting dalam mendukung ketepatan penentuan diagnosis keperawatan,
sehingga diperlukan instrumen pengkajian yang efektif dan efisien.
Tujuan: Menganalisis perbedaan penggunaan Greek Stroke Score dan System Stroke Score Dave
dan Djoenaidi dalam penentuan diagnosis keperawatan pada pasien stroke di IGD.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pra experiment dengan desain komparatif
study menggunakan post-test only (the one-shot case study). Sampel terdiri atas 30 responden
yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dan dibagi menjadi dua kelompok,
masing-masing berjumlah 15 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent
Sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).
Hasil: Rerata durasi pengkajian menggunakan Greek Stroke Score mencapai 144,00 menit,
sedangkan System Stroke Score Dave dan Djoenaidi sebesar 14,93 menit. Rerata waktu
penentuan diagnosis keperawatan masing-masing adalah 159,46 menit dan 27,20 menit. Uji
Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada durasi
pengkajian maupun penentuan diagnosis keperawatan (p = 0,001).
Simpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara Greek Stroke Score dan System Stroke Score
Dave dan Djoenaidi dalam penentuan diagnosis keperawatan pada pasien stroke di IGD. System
Stroke Score Dave dan Djoenaidi lebih efisien karena mampu mempercepat proses pengkajian
serta penetapan diagnosis keperawatan dibandingkan Greek Stroke Score.




