Penerapan Manajemen Waham Pada Pasien Skizoafektif Dengan Waham Agama Dan Kebesaran: Laporan Kasus

Authors

  • Salma Tsuraya Universitas Padjadjaran
  • Aat Sriati Universitas Padjadjaran
  • Efri Widianti Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1441

Keywords:

art therapy, delusion management, grandiose delusion, music therapy, religious delusion

Abstract

Waham merupakan bentuk gejala psikotik pada pasien skizoafektif yang menyebabkan distorsi dalam persepsi realitas sehingga kesulitan membedakan antara kenyataan dan kenyakinan, yang terlihat dari menetapnya keyakinan pasien meskipun tidak sesuai dengan realita. Manajemen waham merupakan intervensi keperawatan yang bertujuan membantu pasien mengontrol waham. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pasien dalam mengontrol waham agama dan kebesaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan kasus dengan pendekatan tahapan asuhan keperawatan yaitu pengkajian hingga evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan data rekam medis pasien. Evaluasi dilakukan dengan mengobservasi waham menggunakan lembar observasi adaptasi RUFA. Intervensi manajemen waham diberikan sesuai dengan SIKI meliputi monitor isi waham, bina hubungan saling percaya, hindari memperkuat gagasan waham, memberikan aktivitas rekreasi dan distraksi, membantu orientasi realita, edukasi obat, dan kolaborasi psikofarmaka. Aktivitas rekreasi dan distraksi yang diberikan kepada pasien berupa art therapy dan terapi musik. Manajemen waham yang diimplementasikan kepada pasien memberikan dampak positif terhadap kemampuan mengontrol waham. Pemberian art therapy dan terapi musik diberikan sesuai dengan kemampuan dan minat pasien agar pasien lebih kooperatif, berpartisipasi aktif, merasa dihargai, serta meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan. Terapi tersebut dapat menimbulkan perasaan damai, meningkatkan harga diri, membantu mengekspresikan pikiran dan perasaan, sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan orientasi terhadap realita. Evaluasi akhir menunjukkan adanya perubahan kategori waham berat menjadi tidak ada gejala waham. Sehingga penerapan manajemen waham mampu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol waham.

Published

2026-09-09

How to Cite

Tsuraya, S., Sriati, A., & Widianti, E. (2026). Penerapan Manajemen Waham Pada Pasien Skizoafektif Dengan Waham Agama Dan Kebesaran: Laporan Kasus . Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 5358–5368. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1441

Issue

Section

Articles