Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Bullying Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Wilayah SDN Jakarta Utara
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1445Keywords:
Anak Usia Sekolah Dasar, Bullying, Cross-Sectional, Perilaku Bullying, Pola Asuh Orang TuaAbstract
Bullying pada anak usia sekolah dasar merupakan masalah yang dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku bullying adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di SDN Pademangan Timur 05, Jakarta Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 107 responden yang terdiri atas siswa sekolah dasar beserta orang tuanya, yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis (68,2%), sedangkan pola asuh otoriter sebesar 31,8%. Mayoritas siswa memiliki perilaku bullying kategori sedang (75,7%) dan kategori rendah (24,3%), tanpa ditemukan kategori tinggi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar (p=0,000; α<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua berhubungan dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Penerapan pola asuh demokratis diharapkan dapat mendukung perkembangan sosial emosional anak serta menurunkan kecenderungan perilaku bullying, sehingga diperlukan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan bullying.




