Safety Planning Intervention (SPI) Pada Pasien Dengan Risiko Bunuh Diri: Case Report
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1446Keywords:
Risiko Bunuh Diri, Safety Planning Intervention, Skizofrenia ParanoidAbstract
Skizofrenia paranoid merupakan gangguan jiwa berat yang dapat disertai halusinasi pendengaran, kecurigaan,
gangguan tilikan diri, dan penurunan kemampuan menilai realitas. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bunuh
diri, terutama ketika pasien mengalami keputusasaan, tekanan psikologis, dan koping maladaptif. Laporan kasus
ini bertujuan menganalisis penerapan Safety Planning Intervention (SPI) pada pasien skizofrenia paranoid
dengan risiko bunuh diri di rumah sakit jiwa. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Data
diperoleh melalui observasi, wawancara terapeutik, pengkajian status mental, rekam medis, catatan keperawatan,
dan informasi keluarga. Intervensi dilakukan melalui Strategi Pelaksanaan Asuhan Keperawatan risiko bunuh
diri yang diintegrasikan dengan komponen SPI dalam delapan pertemuan. Tn. J, laki-laki 41 tahun, dirawat
karena marah-marah, mengancam keluarga, dan memiliki riwayat perilaku membahayakan diri. Pengkajian
menunjukkan halusinasi pendengaran, afek datar, mudah tersinggung, kurang kooperatif, gangguan konsentrasi,
penilaian terganggu, dan tilikan diri kurang baik. Setelah intervensi, pasien mampu mengenali tanda bahaya,
memahami pemicu, menggunakan koping adaptif, menyebutkan sumber dukungan, dan menjelaskan langkah
keselamatan saat pikiran negatif muncul. SPI dapat menjadi intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan
jiwa yang menekankan hubungan terapeutik, dukungan keluarga, dan strategi koping sesuai nilai spiritual pasien.
Diharapkan perawat dapat menggunakan SPI sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa,
terutama pada pasien skizofrenia paranoid dengan risiko bunuh diri, serta melibatkan keluarga dalam
pengawasan, dukungan emosional, kepatuhan pengobatan, dan pembatasan akses terhadap benda berbahaya.




