Pengaruh Tingkat Pengetahuan Guru Terhadap Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Anak Tunagrahita (Studi Kasus Di SLB BC-Optimal Surabaya)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1451Keywords:
Pengetahuan Guru, Kebersihan Gigi Dan Mulut, Anak Tunagrahita, OHI-SAbstract
Kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita masih menjadi permasalahan karena keterbatasan kognitif dan
motorik dapat menghambat kemampuan melakukan perawatan gigi secara mandiri. Guru memiliki peran penting
dalam memberikan edukasi dan pendampingan, tetapi pengetahuan guru belum tentu berbanding lurus dengan
kondisi kebersihan gigi dan mulut anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan
guru terhadap kebersihan gigi dan mulut anak tunagrahita di SLB BC-Optimal Surabaya. Penelitian
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel
penelitian berjumlah 19 guru yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan guru diukur menggunakan
kuesioner, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anak diukur menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-
S). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 73,69% guru memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anak
sebagian besar berada pada kategori buruk (57,9%). Hasil uji statistik memperoleh p-value 0,646 (>0,05),
sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan guru dan kebersihan gigi dan mulut
anak tunagrahita. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan guru perlu disertai praktik
pendampingan, pembiasaan, pengawasan, serta keterlibatan orang tua dan tenaga kesehatan untuk mendukung
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita.




