Hubungan Kehilangan Gigi Dengan Motivasi Menggunakan Gigi Tiruan Pada Lansia (Studi Di Posyandu Kelurahan Tambakrejo Surabaya)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1453Keywords:
Kehilangan Gigi; Motivasi; Gigi Tiruan; Lansia.Abstract
Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapat
memengaruhi fungsi pengunyahan, berbicara, serta kualitas hidup. Penggunaan gigi tiruan menjadi
salah satu alternatif untuk menggantikan gigi yang hilang, tetapi keputusan penggunaannya dapat
dipengaruhi oleh motivasi individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kehilangan gigi
dengan motivasi menggunakan gigi tiruan pada lansia di Posyandu Garuda Lansia RW 10 Tambakrejo
Surabaya. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi
penelitian berjumlah 55 lansia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data
kehilangan gigi diperoleh melalui pemeriksaan rongga mulut, sedangkan motivasi penggunaan gigi
tiruan diukur menggunakan kuesioner. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi
Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34
responden (61,9%) mengalami kehilangan lebih dari 10 gigi, sedangkan motivasi penggunaan gigi
tiruan paling banyak berada pada kategori kuat, yaitu 27 responden (49,0%). Hasil analisis
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kehilangan gigi dengan motivasi
menggunakan gigi tiruan (p=0,003; r=-0,397), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi
lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan dengan motivasi penggunaan
gigi tiruan, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan motivasi lansia. Upaya
peningkatan pemanfaatan gigi tiruan perlu mempertimbangkan faktor individu, dukungan sosial,
kondisi ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan.




