Hubungan Motivasi Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Lansia Penderita Diabetes Di Puskesmas Kedungdoro
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1454Keywords:
Diabetes Melitus; Lansia; Motivasi; Kesehatan Gigi dan Mulut; OHI-SAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan
mulut, khususnya pada lansia. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok ini tidak hanya
dipengaruhi kondisi fisik, tetapi juga motivasi dalam melakukan perilaku pemeliharaan kesehatan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis hubungan motivasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut
pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Kedungdoro. Penelitian menggunakan desain analitik
korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 32 lansia
penderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Motivasi diukur menggunakan
kuesioner berbasis Health Belief Model (HBM), sedangkan status kebersihan gigi dan mulut dinilai
menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman
rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi pemeliharaan kesehatan
gigi dalam kategori rendah (68,8%) dan status kebersihan gigi dan mulut dalam kategori buruk (75,0%). Hasil uji
Spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemeliharaan kesehatan gigi
dengan status kebersihan gigi dan mulut (p=0,000), dengan koefisien korelasi -0,673 yang menunjukkan
hubungan kuat dengan arah negatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan motivasi melalui edukasi
dan upaya promotif-preventif untuk mendukung pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia penderita
diabetes melitus.




