Hubungan Tingkat Nyeri Pasca Orif Dengan Tekanan Darah Sistolik Pada Anestesi Umum
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1456Keywords:
General Anestesi, Hemodinamik, ORIF, Nyeri Pasca Operasi, Tekanan DarahAbstract
Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) merupakan prosedur bedah ortopedi yang bertujuan mengembalikan posisi anatomis tulang dan memberikan stabilitas selama proses penyembuhan fraktur. Nyeri pascaoperasi yang tidak terkontrol dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi respons hemodinamik, termasuk peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian hubungan antara tingkat nyeri pascaoperasi dan tekanan darah pada pasien pasca ORIF. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari pada pasien pasca ORIF dengan general anestesi. Jumlah sampel sebanyak 40responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer sesuai prosedur standar. Analisis hubungan antara tingkat nyeri dan tekanan darah dilakukan menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,487 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat nyeri dan tekanan darah sistolik pada pasien pasca ORIF dengan general anestesi. Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nyeri yang dirasakan pasien, maka semakin tinggi pula tekanan darah sistolik. Kekuatan hubungan berada pada kategori sedang.




