Hubungan Teman Sebaya Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1465Keywords:
Kesehatan Mental, Remaja, Teman Sebaya.Abstract
Teman sebaya dapat dianalogikan sebagai lingkungan sosial perdana, di mana seseorang remaja
berlatih untuk berinteraksi dan menunjukkan rasa hormat kepada individu lain yang bukan berasal dari
lingkungan rumahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan teman sebaya dengan
kesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Metode penelitian menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 responden
yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan kuesioner Peer Relationship Scale dan kuesioner Strenght Difficulties Questionnaire
(SDQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya kategori sedang sebanyak 34 responden
(45,9%) dan kategori tinggi sebanyak 40 responden (54,1%). Kesehatan mental kategori normal
terdapat 3 responden (4,1%), kategori borderline terdapat 13 responden (17,6%), dan kategori
abnormal sebanyak 58 responden (78,4%). Hasil bivariat menggunakan uji Spearman Rank
menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara teman
sebaya dengan kesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto.




