Hubungan Antara Beban Kerja Dan Usia Terhadap Keluhan Nyeri Leher Pada Pekerja
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1521Keywords:
Beban Kerja, Usia, Keluhan Nyeri Leher, Physical Workload Questionnaire (PWQ), Neck Disability Index (NDI)Abstract
Pekerjaan menjahit memiliki karakteristik posisi duduk statis dalam waktu lama, gerakan tangan yang
berulang, serta posisi kepala dan leher yang cenderung menunduk sehingga berpotensi
meningkatkan beban pada sistem muskuloskeletal dan menimbulkan keluhan nyeri leher pada
pekerja. Studi pendahuluan di PT Bintang Korindo Abadi Jaya menunjukkan bahwa pekerja bagian
penjahitan bekerja sekitar 8 jam per hari dengan rentang usia 20-50 tahun serta adanya kemungkinan
keluhan nyeri pada leher dan bahu selama maupun setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara beban kerja dan usia terhadap keluhan nyeri leher pada pekerja
penjahit di PT Bintang Korindo Abadi Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan observasional analitik dan desain korelasional cross-sectional. Sampel penelitian
berjumlah 50 pekerja penjahit yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur
menggunakan Physical Workload Questionnaire (PWQ) yang terdiri dari 26 item, sedangkan keluhan
nyeri leher diukur menggunakan Neck Disability Index (NDI) yang terdiri dari 10 item dengan skor 0-
50. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk data yang
berdistribusi normal dan uji korelasi Spearman untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil
penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (94%) dan berusia 18-44
tahun (92%). Sebanyak 82% responden memiliki beban kerja kategori sedang dan 94% mengalami
keluhan nyeri leher kategori rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara beban kerja dengan keluhan nyeri leher (r=0,135; p>0,05) maupun antara usia
dengan keluhan nyeri leher (r=0,074; p>0,05). Kesimpulannya, beban kerja dan usia tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan keluhan nyeri leher pada pekerja penjahit di PT Bintang Korindo
Abadi Jaya.




