Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Sarapan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 8 Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1557Keywords:
Dispepsia, Kebiasaan Sarapan, Pengetahuan, RemajaAbstract
Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang sering
dialami remaja dan berkaitan dengan pola makan yang tidak teratur, terutama kebiasaan
tidak sarapan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya tahun 2025, terdapat
2.608 kasus dispepsia pada tahun 2024 yang termasuk dalam 10 penyakit terbanyak. Data
UPTD Puskesmas Menteng menunjukkan 1.510 kasus dispepsia dan gastritis pada tahun
2024 serta 1.486 kasus pada tahun 2025.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapan
dengan kejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya.
Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional melalui
pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 361 siswa dengan sampel sebanyak 190
responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat
menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (47,9%), kebiasaan
sarapan kategori sedang (54,7%), dan mengalami dispepsia (80,0%). Analisis bivariat
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian
dispepsia (p=0,000) serta kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia (p=0,008).
Kesimpulan: Pengetahuan dan kebiasaan sarapan berhubungan secara signifikan dengan
kejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya. Peningkatan edukasi gizi,
pembiasaan sarapan sehat, dukungan orang tua, serta program promosi kesehatan di sekolah
perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku sarapan sehat, mencegah
kejadian dispepsia, dan meningkatkan derajat kesehatan remaja.




