Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Merokok Kepala Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1566Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Merokok , Kepala Keluarga, HipertensiAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Salah satu
faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi adalah kebiasaan merokok. Pengetahuan dan
sikap terhadap bahaya merokok merupakan faktor yang dapat memengaruhi perilaku seseorang
dalam mencegah terjadinya hipertensi. Namun, masih banyak kepala keluarga yang memiliki
kebiasaan merokok sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena
itu, diperlukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluarga
dengan kejadian hipertensi.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluarga dengan
kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang
dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner dan pengukuran tekanan darah, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang memiliki pengetahuan
baik sebanyak 60,0%, sikap baik sebanyak 42,0%, dan responden yang mengalami hipertensi
sebanyak 48,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara
pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,769 > 0,05), sedangkan terdapat hubungan yang
signifikan antara sikap merokok kepala keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 < 0,05).
Kesimpulan: Pengetahuan tentang bahaya merokok tidak berhubungan dengan kejadian
hipertensi, sedangkan sikap merokok kepala keluarga berhubungan dengan kejadian hipertensi.
Oleh karena itu, diperlukan upaya promosi kesehatan yang berkesinambungan melalui
penyuluhan dan edukasi mengenai bahaya merokok untuk meningkatkan sikap positif serta
mendorong penerapan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi.




