Hubungan Asupan Energi dengan Somatotipe dan Persentase Otot pada Atlet Taekwondo di UKM Taekwondo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1567Keywords:
Atlet Taekwondo, Asupan Energi, Persentase Otot, SomatotipeAbstract
Asupan energi merupakan salah satu faktor internal penting yang mempengaruhi prestasi atlet dan performa dari persentase otot dan somatotipe. Pemenuhan energi pada atlet pun harus disesuaikan dengan cabang olahraga dan karakteristik atlet. Permasalahan gizi yang sering terjadi pada atlet taekwondo adalah kurang tercukupinya pemenuhan asupan energi harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dengan persentase otot dan somatotipe pada atlet Taekwondo di UKM Taekwondo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 31 atlet Taekwondo di UKM Taekwondo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta aktif berusia 19-24 tahun. Data asupan energi diperoleh melalui wawancara food recall 3x24 jam. Persentase otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), sedangkan somatotipe ditentukan melalui pengukuran antropometri menggunakan metode Heath-Carter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman’s Rank Test (p < 0,05). Asupan energi menunjukkan mayoritas atlet (87,1%) mengalami defisit asupan energi, dengan rata-rata asupan energi sebesar 1583,72 ± 464,73 kkal. Persentase otot menunjukkan sebagian besar atlet (87,1%) memiliki persentase otot tinggi, dengan rata-rata 67,05 ± 8,53%. Somatotipe atlet didominasi oleh tipe ektomorfik endomorf (45,2%) dan mesomorfik endomorf (38,7%), dengan rata-rata skor endomorf 5,13 ± 0,88, mesomorf 2,32 ± 1,51, dan ektomorf 2,28 ± 1,53. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan persentase otot, skor endomorf, skor mesomorf dan skor ektomorf (p = 0,1858; p = 0,8858; p = 0,7237; p = 0,5824). Asupan energi harian tidak berhubungan secara signifikan dengan persentase otot maupun profil somatotipe pada atlet Taekwondo di UKM Taekwondo Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.




