Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Pencegahan Kejadian ISPA Di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1579Keywords:
Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ISPA.Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah
kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam
pencegahan ISPA adalah pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS).
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik
melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung ke
UPTD Puskesmas Kayon pada Sampel berjumlah 77 responden yang dipilih menggunakan teknik
accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan data rekam medis kejadian ISPA. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17–50 tahun
(44,2%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) dalam kategori baik, dan mayoritas melakukan pencegahan ISPA dengan baik. Hasil
analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadian
ISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya (p < 0,05)
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pencegahan kejadian ISPA di UPTD Puskesmas Kayon Kota
Palangka Raya.UPTD Puskesmas Kayon diharapkan dapat meningkatkan kegiatan promosi
kesehatan dan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutan
melalui penyuluhan, media informasi, dan pemberdayaan masyarakat. untuk meningkatkan
pengetahuan serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan ISPA




