Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1587Keywords:
Anemia, Pengetahuan, Remaja PutriAbstract
Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah atau
kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 12 gr/dL. Remaja putri termasuk
kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi, pola makan tidak
seimbang, dan kurangnya asupan zat besi. Pengetahuan yang memadai tentang anemia
berperan penting agar remaja putri mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini,
sehingga dampak buruk seperti penurunan konsentrasi belajar, mudah lelah, dan
gangguan pertumbuhan dapat dihindari sejak awal.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan
kejadian anemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka
Raya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.
Sampel penelitian berjumlah 52 responden remaja putri kelas VII, dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan
pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan
kurang, yaitu 25 orang (48,1%), pengetahuan cukup 19 orang (36,5%), dan pengetahuan
baik 8 orang (15,4%). Sebanyak 15 responden (28,8%) mengalami anemia dan 37
responden (71,2%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square (p value = 0,013 atau p
< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian
anemia.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian
anemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya.
Semakin rendah pengetahuan remaja putri tentang anemia, semakin besar risiko
terjadinya anemia, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan secara
terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah guna menekan angka kejadian
anemia pada remaja putri di masa mendatang.




