Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Skala Nyeri dan Kadar Hematokrit (HCT) pada Remaja Dismenore
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1589Abstract
Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta kondisi fisiologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh yoga Pranayama terhadap skala nyeri dan kadar hematokrit (HCT) pada remaja yang mengalami dismenore. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-experimental one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 31 remaja putri usia 13–15 tahun di SMPN 1 Sidoarjo yang dipilih menggunakan random sampling berbasis cluster. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan HCT diperiksa menggunakan Hematology analyzer. Intervensi yoga Pranayama diberikan dua kali seminggu selama empat minggu dengan durasi 30 menit setiap sesi, meliputi Puraka, Kumbhaka, Rechaka, dan Bhramari. Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Sebelum intervensi, rata-rata skala nyeri sebesar 6,23 dan rata-rata HCT 35,95%; 54,8% responden mengalami nyeri sedang dan 80,6% memiliki HCT < 36%. Setelah intervensi, rata-rata skala nyeri menjadi 3,97 dan HCT menjadi 37,85%, dengan seluruh responden berada pada kategori HCT normal. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05). Terdapat pengaruh yoga Pranayama terhadap penurunan skala nyeri dan peningkatan kadar HCT pada remaja dismenore. Yoga Pranayama dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mendukung penanganan dismenore.




