Analisis Durasi Kesiapan Ruang Inap Terhadap Length Of Stay Pasien Gawat di IGD
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1590Keywords:
IGD, Kesiapan Ruang Inap, LOSAbstract
Kesiapan ruang rawat inap merupakan salah satu faktor yang
memengaruhi Length Of Stay (LOS). Durasi kesiapan ruang inap, yakni waktu sejak pasien
direkomendasikan rawat inap hingga dipindahkan. Indikator mengevaluasi lama tunggu
pasien di IGD adalah LOS, yang mencerminkan efektifitas dan efisiensi alur penanganan
pasien. Kesiapan ruang yang belum memenuhi standar, seperti kepadatan ruangan dan
ketersediaan ruang, dapat memperpanjang LOS. Oleh karena itu, optimalisasi pelayanan
dan efisiensi alur transfer pasien perlu dilakukan.
Tujuan: Menganalisis hubungan durasi kesiapan ruang inap dengan length of stay pasien
di IGD RSUD Ulin.
Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan prospektif. Sampel penelitian 77
pasien triase merah dan kuning yang dirawat di IGD dan dipindahkan ke ruang inap.
Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling, menggunakan instrumen lembar
observasi, dan dianalisis menggunakan uji mann-whitney.
Hasil: Uji statistik didapatkan hasil nilai signifikan p=0,000, menunjukkan terdapat
hubungan durasi kesiapan ruang inap dengan LOS. Mayoritas (72,7%) memiliki LOS 6
hingga 24 jam, dengan rata-rata durasi kesiapan ruang inap 132 menit (2,2 Jam).
Simpulan: Kesiapan ruang inap berperan penting dalam menurunkan angka LOS,
sehingga perlu adanya peningkatan kecepatan dalam kesiapan dan pemindahan pasien.
Semakin lama durasi kesiapan ruang inap, maka semakin panjang waktu pasien berada di
IGD.




