Hubungan Stunting Dengan Keterlambatan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Pada Baduta Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1591Keywords:
Stunting, Perkembangan Motorik Kasar, Perkembangan Motorik Halus, Baduta, Denver IIAbstract
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai tinggi badan menurut umur
(TB/U) <-2 SD, sedangkan perkembangan motorik merupakan peningkatan kemampuan gerak yang meliputi
motorik kasar (otot besar) dan motorik halus (otot kecil). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan
stunting dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2 tahun di wilayah
kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain
cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 baduta yang dipilih menggunakan simple random sampling.
Status stunting diukur berdasarkan indeks TB/U, sedangkan perkembangan motorik dinilai menggunakan
Developmental Screening Test II (Denver II). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar (p=0.001) dan
motorik halus (p=0.001). Baduta yang mengalami stunting memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami
keterlambatan perkembangan motorik dibandingkan baduta yang tidak stunting. Disimpulkan bahwa stunting
berhubungan signifikan dengan keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus pada baduta usia 1-2
tahun di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo.




