Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1596Keywords:
Dukungan keluarga, Kepatuhan diet, Diabetes melitus, LansiaAbstract
Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang penatalaksanaannya dijalani seumur hidup,
salah satunya melalui pengaturan diet 3J yaitu tepat jenis, jumlah, dan jadwal. Lansia
penderita Diabetes Melitus rentan mengalami ketidakpatuhan diet akibat penurunan kondisi
fisik, daya ingat, dan rasa jenuh terhadap aturan diet. Dukungan keluarga diduga menjadi
faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan diet. Penelitian ini bertujuan mengetahui
hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita Diabetes
Melitus di wilayah kerja Puskesmas Bululawang. Penelitian ini menggunakan desain
deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 81 lansia
penderita Diabetes Melitus tipe 2 peserta Prolanis yang dipilih dengan proportional random
sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga HDFSS 29 item
dan kuesioner kepatuhan diet 3J 18 item. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan
pembacaan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian ini sebagian besar responden mendapat
dukungan keluarga kategori baik 62 orang (76,5%) dan patuh diet 72 orang (88,9%). Hasil uji
statistik menunjukkan nilai p = 0,029 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang
signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita Diabetes
Melitus. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan
keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita Diabetes Melitus. Semakin baik
dukungan keluarga, maka semakin tinggi kepatuhan diet lansia. Puskesmas disarankan
melibatkan keluarga dalam edukasi diet Diabetes Melitus melalui kegiatan Prolanis dan
Posyandu Lansia agar berperan aktif mengawasi jenis, jumlah, dan jadwal makan lansia.




