Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Sungai Kakap Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1606Keywords:
Menstruasi, Pengetahuan, Perilaku, Personal Hygiene, Remaja Putri, SikapAbstract
Menstruasi merupakan bagian penting dalam perkembangan reproduksi remaja putri yang memerlukan penerapan personal hygiene secara tepat untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Pengetahuan dan sikap secara teoritis merupakan faktor predisposisi yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan, tetapi pengetahuan dan sikap yang baik belum tentu diwujudkan dalam praktik personal hygiene yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sungai Kakap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 68 remaja putri yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene saat menstruasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku personal hygiene dalam kategori cukup, yaitu 50 orang (73,5%), sedangkan 18 orang (26,5%) memiliki perilaku dalam kategori baik. Analisis hubungan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstrual (p=0,909; PR=1,105; 95% CI: 0,780–1,565). Demikian pula, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstrual (p=0,412; PR=1,218; 95% CI: 0,925–1,604). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap, tetapi dapat berkaitan dengan faktor lain seperti dukungan keluarga dan sekolah, kebiasaan hidup bersih, serta ketersediaan fasilitas sanitasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, peningkatan personal hygiene saat menstruasi perlu dilakukan secara komprehensif melalui edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan, penguatan dukungan keluarga dan sekolah, pembiasaan perilaku hidup bersih, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai.




