Hubungan Sosial Ekonomi, Ketahanan Pangan Dan Keragaman Pangan Dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Suku Akit Di Desa Sesap Kecamatan Tebing Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1611Keywords:
Keragaman Pangan, Ketahanan Pangan, Obesitas Sentral, Sosial Ekonomi, Suku AkitAbstract
Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak berlebih di area perut (lemak viseral) yang diukur melalui lingkar perut, dengan batas >90 cm untuk pria Indonesia dan >80 cm untuk wanita Indonesia. Perubahan pola konsumsi dan gaya hidup pada masyarakat adat seperti Suku Akit berkontribusi terhadap peningkatan obesitas sentral. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan sosial ekonomi, ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan kejadian obesitas sentral pada Suku Akit di Desa Sesap Kecamatan Tebing Tinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06-16 Mei 2026 dengan jumlah sampel 196 orang suku Akit yang berusia 18-59 tahun menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran lingkar pinggang. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh 119 responden (60,7%) berada pada kategori sosial ekonomi rendah, ketahanan pangan sebanyak 113 responden (57,7%) termasuk dalam kategori aman pangan dan sebanyak 121 responden (61,7%) mengalami obesitas sentral. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian obesitas sentral dengan p value = 0,287. Ada hubungan antara ketahanan pangan dengan kejadian obesitas sentral dengan p value = 0,021. Ada hubungan antara keragaman pangan dengan kejadian obesitas sentral dengan p value = 0,001. Kesimpulan tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian obesitas sentral. Ada hubungan antara ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan kejadian obesitas sentral pada Suku Akit Desa Sesap. Keragaman pangan merupakan faktor risiko paling dominan. Disarankan masyarakat meningkatkan keragaman konsumsi pangan dan petugas kesehatan meningkatkan edukasi gizi seimbang.




