Pengaruh Teknik Nebulasi Terhadap Penurunan Gejala Sesak Napas Pada Anak Bronkitis Di RSU Sitti Khadijah Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1612Keywords:
Bronkitis, Nebulasi, Sesak NapasAbstract
Bronkitis merupakan peradangan pada bronkus yang menyebabkan peningkatan produksi mukus, edema mukosa, dan penyempitan saluran napas sehingga menimbulkan gejala sesak napas pada anak. Salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mengurangi gejala sesak napas adalah teknik nebulasi. Teknik nebulasi bekerja dengan mengubah obat cair menjadi partikel aerosol yang dapat mencapai saluran pernapasan secara langsung sehingga membantu memperbaiki ventilasi paru dan mengurangi hambatan jalan napas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik nebulasi terhadap penurunan gejala sesak napas pada anak bronkitis di RSU Sitti Khadijah Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan teknik nebulasi, sebanyak 17 responden (85%) mengalami gejala sesak napas sedang dan 3 responden (15%) mengalami gejala sesak napas ringan. Setelah diberikan teknik nebulasi, seluruh responden sebanyak 20 responden (100%) mengalami gejala sesak napas ringan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -4,123, Sum of Ranks = 153,00 dan p-value 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala sesak napas setelah pemberian teknik nebulasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh teknik nebulasi terhadap penurunan gejala sesak napas pada anak bronkitis di RSU Sitti Khadijah Gorontalo.




