Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Dengan Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1615Keywords:
Pengetahuan Gizi, Pola Konsumsi Buah Dan Sayur, Siswa Sekolah DasarAbstract
Kelebihan berat badan pada anak usia sekolah menjadi masalah kesehatan global yang berkaitan dengan pola konsumsi tidak sehat, termasuk rendahnya konsumsi sayur dan buah. Kondisi ini masih menjadi perhatian di Indonesia hingga. Kota Palangka Raya. Salah satu faktor penyebab rendahnya konsumsi sayur dan buah adalahnya minimnya pengetahuan anak tentang gizi. Konsumsi sayur dan buah yang rendah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak, salah satunya gangguan status gizi seperti obesitas. Hasil studi pendahuluan di SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya menunjukkan rendahnya konsumsi sayur dan buah pengetahuan gizi siswa. Mengetahui hubungan pengetahuan tentang gizi dengan pola konsumsi buah dan sayur pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV A dan IV B SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya sebanyak 62 siswa. Teknik sampling menggunakan total sampling sehingga seluruh 62 siswa menjadi responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan kuesioner pola konsumsi buah dan sayur. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi kategori kurang sebanyak 32 responden (51,6%) dan pola konsumsi sayur dan buah kategori kurang sebanyak 31 responden (50,0%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola konsumsi sayur dan buah dengan p=0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi r=0,788, yang menunjukkan hubungan kuat dengan arah positif. Semakin baik tingkat pengetahuan gizi, maka semakin baik pula pola konsumsi buah dan sayur yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan gizi berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak usia sekolah dasar serta mendukung upaya peningkatan status gizi berkelanjutan




