Impending Respiratory Failure pada Pasien dengan Envenomasi Neurotoksik Akibat Gigitan Ular Kobra Jawa
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1624Keywords:
Envenomasi Neurotoksik, Gigitan Ular Kobra Jawa, Impending Respiratory Failure, Paralisis Respirasi, Dukungan VentilasiAbstract
Envenomasi neurotoksik akibat gigitan ular kobra jawa dapat berkembang menjadi paralisis neuromuskular, gagal napas, dan kematian. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan progresi Impending Respiratory Failure sebelum apnea pada pasien laki-laki berusia 42 tahun. Data diperoleh melalui observasi klinis, pemeriksaan fisik, rekam medis, dan pemantauan tanda vital serial. Pasien mengalami gangguan bulbar, takipnea persisten, peningkatan kebutuhan oksigen, dan deteriorasi neurologis yang berkembang selama sekitar empat jam sebelum apnea dan henti jantung. Deteriorasi ventilasi tetap berlanjut meskipun telah diberikan empat vial serum antibisa ular, neostigmin, dan terapi suportif. Saturasi oksigen sempat tetap 97-98% dengan suplementasi oksigen ketika frekuensi napas mencapai 44-50 kali/menit. Foto toraks tidak menunjukkan patologi paru primer, sehingga mendukung mekanisme kegagalan ventilasi neuromuskular. Kasus ini menunjukkan bahwa saturasi oksigen yang relatif terjaga dapat memberi rasa aman semu. Pengkajian respirasi serial yang mencakup frekuensi napas, kerja napas, fungsi bulbar, kebutuhan oksigen, dan status neurologis diperlukan untuk menentukan eskalasi dukungan ventilasi sebelum kolaps respirasi.




