Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari dan Tarik Napas Dalam terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Hidropneumotoraks Sinistra di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1630Keywords:
Hidropneumotoraks Sinistra, Nyeri Akut, Relaksasi Napas Dalam, Relaksasi Genggam Jari , Asuhan KeperawatanAbstract
Hidropneumotoraks sinistra merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya udara dan cairan
di dalam rongga pleura yang dapat menyebabkan gangguan ekspansi paru, sesak napas, serta
nyeri dada yang berdampak pada penurunan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Nyeri
akut yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat ventilasi, meningkatkan kecemasan,
serta memperlambat proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi keperawatan
nonfarmakologis yang efektif sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari
dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan hidropneumotoraks sinistra. Penelitian
menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan
pada satu orang pasien, yaitu Tn. J, yang dirawat di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono
Soekarjo Purwokerto pada tanggal 12–13 Januari 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Intensitas
nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kemudian diberikan intervensi
berupa teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari selama 15 menit pada setiap
sesi tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 7
menjadi 6 pada hari pertama dan dari skala 6 menjadi 5 pada hari kedua setelah pemberian
intervensi. Selain itu, terjadi perbaikan kondisi fisiologis yang ditandai dengan penurunan
frekuensi napas dari 24 kali per menit menjadi 20 kali per menit, pasien tampak lebih rileks,
ekspresi wajah lebih tenang, dan mampu beristirahat dengan lebih nyaman. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa kombinasi teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari
mampu membantu mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme relaksasi, peningkatan
oksigenasi jaringan, penurunan ketegangan otot, serta pengalihan fokus terhadap rangsangan
nyeri. Dengan demikian, penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari
dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk
membantu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien dengan
hidropneumotoraks sinistra, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping
dalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit.




