Efektivitas Latihan Aerobik Intensitas Sedang Terhadap Penurunan Nyeri Pada Remaja Dengan Premenstrual Syndrome (PMS)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1635Keywords:
Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Treatment Support, Kepatuhan Minum Obat.Abstract
Gangguan kesehatan reproduksi pada usia remaja adalah Premenstrual Syndrome (PMS). Masalah ini sering
dialami oleh remaja perempuan, ditandai dengan gejala fisik, emosional, dan perilaku selama fase luteal siklus
menstruasi. Gejala fisik ditandai dengan munculnya nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari pada sekitar
area perut abdominal. Bentuk macam jenis pengobatan non-farmakologis adalah latihan aktifitas fisik, jenis
latihan aktifitas fisik yang dilakukan adalah Latihan aerobik dengan intensitas sedang, intervensi latihan fisik ini
membantu mengurangi tingkat perubahan tingkat nyeri terkait PMS dengan meningkatkan aktivitas fisik,
sirkulasi darah, dan respons fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas
latihan aerobik intensitas sedang dalam mengurangi tingkat nyeri pada remaja mengalami PMS. Desain
penelitian dengan kuasi-eksperimental, pretest-posttest satu kelompok digunakan. Sampel terdiri dari 30 siswi
sekolah menengah atas di Yogyakarta, terdiri dari 16 siswi (53,3%) berusia 15–16 tahun dan 14 siswi (46,7%)
berusia 1718 tahun. Jenis intervensi aktifias fisik dengan latihan aerobik intensitas sedang diberikan waktu
latihan selama empat minggu, frekuensi dua kali seminggu, dengan lama waktu sesi berlangsung 30–45 menit
pada intensitas 50–70% dari denyut jantung maksimal. Tingkat nyeri diukur menggunakan Skala Analog Visual
(VAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk diikuti oleh uji Wilcoxon Signed Rank. Skor
nyeri rata-rata adalah 2,03 ± 0,809 sebelum intervensi dan 2,73 ± 0,450 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon
menunjukkan Z = −4,001 dengan nilai p 0,000 (p < 0,05). Perubahan signifikan pada tingkat nyeri diamati
setelah intervensi latihan aerobik intensitas sedang. Latihan aerobik intensitas sedang dapat berfungsi sebagai
pilihan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pada remaja dengan PMS.




