Efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Remaja Dengan Premenstrual Syndrome (PMS)
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1649Keywords:
Premenstrual Syndrome, Progressive Muscle Relaxation, nyeri, remaja, relaksasiAbstract
Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja
perempuan dan ditandai dengan munculnya berbagai gejala fisik, emosional, dan perilaku pada fase luteal siklus
menstruasi. Salah satu keluhan fisik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari adalah nyeri. Progressive
Muscle Relaxation (PMR) merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dilakukan melalui proses
menegangkan dan melemaskan kelompok otot secara bertahap sehingga membantu menghasilkan kondisi
relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas PMR terhadap penurunan nyeri pada remaja
dengan PMS. Penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest-posttest design. Sampel
berjumlah 30 siswi SMA di Yogyakarta yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi PMR
diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Tingkat nyeri
diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk Test dan
dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Rata-rata skor nyeri
sebelum intervensi sebesar 2,03 ± 0,809 dan setelah intervensi menjadi 2,67 ± 0,479. Hasil uji Wilcoxon
menunjukkan Z = −3,934 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Terdapat perubahan tingkat nyeri yang signifikan
setelah pemberian PMR. Berdasarkan sistem pengkodean tingkat nyeri yang digunakan dalam penelitian,
perubahan skor menunjukkan penurunan tingkat nyeri. PMR dapat menjadi salah satu intervensi
nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri pada remaja dengan PMS.




