Hubungan Penggunaan Pelvic Rocking Exercise (Latihan Goyangan Panggul) dengan Lama Kala I pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1658Keywords:
Pelvic Rocking Exercise, Lama Kala I, Persalinan, Ibu Bersalin, Persalinan NormalAbstract
Persalinan kala I yang berlangsung lebih lama dari normal masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kebidanan karena meningkatkan risiko kelelahan ibu, distres janin, tindakan obstetri, serta komplikasi maternal dan neonatal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mempercepat kemajuan persalinan adalah Pelvic Rocking Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Penggunaan Pelvic Rocking Exercise selama persalinan dengan lama kala I pada ibu bersalin di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 35 ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Penggunaan Pelvic Rocking Exercise diidentifikasi melalui observasi langsung secara kontinu selama fase laten dan dikategorikan menjadi dilakukan atau tidak dilakukan, sedangkan data lama kala I diperoleh dari partograf dan rekam medis. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 responden yang melakukan Pelvic Rocking Exercise, sebanyak 16 responden (88,9%) mengalami lama kala I kategori tidak lama. Sebaliknya, dari 17 responden yang tidak melakukan Pelvic Rocking Exercise, sebanyak 15 responden (88,2%) mengalami lama kala I kategori lama. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan nilai χ² = 20,818 dengan P-value < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Pelvic Rocking Exercise dengan lama kala I persalinan. Penggunaan Pelvic Rocking Exercise selama persalinan berhubungan dengan lama kala I pada ibu bersalin. Temuan ini akan mendukung integrasi latihan Pelvic Rocking ke dalam asuhan persalinan rutin sebagai intervensi komplementer untuk mendorong kemajuan persalinan dan mengurangi kejadian persalinan lama.




