Hubungan Pola Tidur dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1665Keywords:
Indeks Massa Tubuh, Pola Tidur, Risiko Diabetes Melitus Tipe 2Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan global. Pola tidur yang kurang baik serta Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tidak normal merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko DM Tipe 2. Mahasiswa tingkat I berada pada masa transisi menuju kehidupan perkuliahan sehingga rentan mengalami perubahan pola tidur dan gaya hidup yang dapat memengaruhi kesehatannya. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pola tidur dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pola tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), IMT diperoleh melalui pengukuran tinggi dan berat badan, sedangkan risiko DM Tipe 2 diukur menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,013; r = 0,290) dan antara IMT dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,000; r = 0,414). Semakin buruk pola tidur dan semakin tinggi IMT, maka semakin tinggi risiko Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan: Pola tidur yang kurang baik dan IMT yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang baik dan mempertahankan IMT dalam kategori normal penting sebagai upaya pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 sejak usia muda.




