Hubungan Aktivitas Fisik dan Kemandirian dengan Risiko Jatuh pada Lansia di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya

Authors

  • Sutri Aulia Yuni Universitas Eka Harap
  • Hermanto Universitas Eka Harap
  • Amiyani Kristina Universitas Eka Harap

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1666

Keywords:

Aktivitas Fisik, Kemandirian, Risiko Jatuh, Lansia

Abstract

Latar Belakang: Risiko jatuh merupakan suatu kejadian yang menyebabkan seseorang tiba-tiba terbaring atau terduduk di lantai maupun di tempat yang lebih rendah, sehingga dapat menyebabkan seseorang mengalami cedera maupun tidak. Hasil survei pendahuluan tehadap 12 lansia, menunjukkan bahwa 9 lansia (75,0%) masih melakukan aktivitas ringan, 10 lansia (83,3%) masih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan 7 lansia (58,3%) memiliki riwayat jatuh. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kemandirian dengan risiko jatuh pada lansia di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel sebanyak 85 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner IPAQ, Indeks Katz dan MFS. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Aktivitas fisik sebagian besar di kategori sedang sebanyak 51 (60,0%), Kemandirian sebagian besar di kategori mandiri sebanyak 74 (87.1%), dan risiko jatuh sebagian besar di kategori rendah sebanyak 33 (38,8%). Hasil uji Spearman Rank Aktivitas fisik dan risiko jatuh menunjukkan P-value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi r = -0,639 yang berarti H1 diterima sehingga ada hubungan aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia. Hasil uji Spearman Rank kemandirian dengan risiko jatuh menunjukkan P-value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi r = 0,426 yang berarti H1 diterima sehingga ada hubungan kemandirian dengan risiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin rendah risiko jatuh. Sebaliknya, semakin rendah aktivitas fisik maka semakin tinggi risiko jatuh. Dan semakin tinggi ketergantungan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari maka semakin tinggi risiko jatuh. Sebaliknya kemandirian yang baik maka semakin rendah risiko jatuh.

Published

2026-09-30

How to Cite

Yuni, S. A., Hermanto, H., & Kristina, A. (2026). Hubungan Aktivitas Fisik dan Kemandirian dengan Risiko Jatuh pada Lansia di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 7244–7252. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1666

Issue

Section

Articles