Case Report : Kehamilan Grande Multigravida Karena Kegagalan IUD Dengan Diabetes Gestasional Dan Riwayat Sectio Caesarea Di Puskesmas Plaosan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1668Keywords:
Grande Multigravida, Kegagalan IUD, Diabetes Gestasional, Riwayat Sectio Caesarea.Abstract
Kehamilan dengan status grande multigravida tergolong sebagai kondisi berisiko tinggi yang rentan
terhadap penyulit pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan kebidanan
secara menyeluruh guna memantau kondisi kesehatan serta meminimalkan potensi komplikasi sejak
awal. Studi ini bertujuan untuk menguraikan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. A, seorang
pasien grande multigravida akibat kegagalan alat kontrasepsi IUD yang disertai diabetes gestasional
dan riwayat tindakan sectio caesarea (SC). Metode: Penelitian ini menerapkan desain laporan kasus
(Case Report) berbasis pendekatan manajemen kebidanan. Proses pengumpulan data dilaksanakan
pada bulan Januari hingga Mei 2026 di Puskesmas Plaosan meliputi wawancara klinis, pemeriksaan
fisik, tes penunjang, pengamatan langsung, serta pencatatan rekam medis. Hasil dan Pembahasan:
Intervensi kebidanan diprioritaskan pada pemantauan ketat status kesehatan ibu dan janin, pengaturan
pola makan dan latihan fisik untuk mengontrol kadar gula darah, edukasi tanda bahaya kehamilan
berisiko, serta perencanaan penggunaan kontrasepsi pascamelahirkan. Evaluasi menunjukkan adanya
perbaikan klinis yang signifikan pada pasien, ditandai dengan penurunan kadar gula darah acak (GDA)
serta stabilnya kadar hemoglobin (Hb) pada angka 14,4 g/dL. Simpulan: Pemberian asuhan kebidanan
secara berkelanjutan selama tiga bulan terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien terkait risiko
kehamilannya. Selain itu, penderita diabetes gestasional berhasil mengontrol kondisinya melalui
penerapan diet rendah karbohidrat, olahraga ringan teratur seperti berjalan kaki, serta pembatasan
aktivitas fisik yang berat.




