Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kemampuan Adaptasi Mahasiswa Keperawatan pada Awal Praktik Klinik di Universitas Eka Harap Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1674Keywords:
Kemampuan Adaptasi, Kecemasan, Mahasiswa Keperawatan, Praktik KlinikAbstract
Praktik klinik menuntut mahasiswa keperawatan mengintegrasikan teori, keterampilan, komunikasi terapeutik, dan tanggung jawab profesional dalam lingkungan yang baru. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kecemasan dan diduga memengaruhi kemampuan adaptasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kemampuan adaptasi mahasiswa keperawatan tingkat II pada awal praktik klinik di Universitas Eka Harap Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 144 mahasiswa dan sebanyak 127 mahasiswa yang memenuhi kriteria menjadi responden melalui total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan kemampuan adaptasi diukur dengan kuesioner adaptasi yang diadopsi dari Riyani. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Kategori terbanyak pada tingkat kecemasan adalah tidak cemas sebanyak 37 responden (29,1%), sedangkan kemampuan adaptasi didominasi kategori baik sebanyak 116 responden (91,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,621 dan koefisien korelasi rₛ = -0,044. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kemampuan adaptasi mahasiswa pada awal praktik klinik. Arah hubungan negatif dengan kekuatan sangat lemah menunjukkan bahwa peningkatan kecemasan tidak diikuti penurunan kemampuan adaptasi secara konsisten pada penelitian ini.




