Efektivitas Vivifrail Exercise dan Balance-Enhancing Exercise Program dalam Menurunkan Risiko Jatuh pada Lansia: Studi Komparatif
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1679Keywords:
Vivifrail Exercise, Balance-Enhancing Exercise Program, Lansia, Risiko Jatuh, Timed Up and Go TestAbstract
Latar Belakang: Meningkatnya jumlah populasi lanjut usia menyebabkan peningkatan berbagai permasalahan kesehatan, salah satunya risiko jatuh yang dipengaruhi oleh penurunan fungsi muskuloskeletal, keseimbangan, mobilitas, dan kontrol postural akibat proses penuaan. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga meningkatkan angka mortalitas sehingga diperlukan intervensi fisioterapi yang efektif melalui latihan fisik. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Vivifrail Exercise dan Balance-Enhancing Exercise Program (BEEP) terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia di komunitas. Metode: Metode eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest two group design. Sampel penelitian berjumlah 38 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Vivifrail Exercise dan kelompok Balance-Enhancing Exercise Program, masing-masing terdiri atas 19 responden. Intervensi diberikan selama 6 minggu dengan frekuensi empat kali setiap minggu. Pengukuran risiko jatuh dilakukan menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT), sedangkan analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test untuk mengetahui pengaruh dalam masing-masing kelompok dan Independent Sample t-test untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Vivifrail Exercise maupun Balance-Enhancing Exercise Program sama-sama memberikan penurunan risiko jatuh yang bermakna pada lansia (p <0,05). Rata-rata nilai TUGT pada kelompok Vivifrail Exercise mengalami penurunan dari 15,4147 detik menjadi 13,7816 detik, sedangkan kelompok Balance-Enhancing Exercise Program juga menunjukkan penurunan nilai TUGT setelah intervensi. Namun, hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p > 0,05), sehingga kedua program latihan memiliki efektivitas yang relatif setara dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua intervensi mampu meningkatkan keseimbangan fungsional, kontrol postural, dan mobilitas melalui peningkatan kekuatan otot, koordinasi neuromuskular, serta adaptasi sistem sensorimotor yang berkontribusi terhadap penurunan risiko jatuh. Kesimpulan: Vivifrail Exercise dan Balance-Enhancing Exercise Program sama-sama efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan di antara kedua intervensi tersebut.




